Pretty Little Things

1 Apr 2012

I am a good mother

hiks! hiks!
aku baru aja habis menangis terharu ngebaca blog Mbak Josephine tentang kisahnya I do not breastfeed my babies, but I am a Good mother.

Sebagai ibu baru yang juga punya pengalaman sama walopun beda alasan, aku langsung ngerasa klik n ngerasa ada temen, enggak sendirian. Well selama ini bahkan temen temenku sendiri tentu enggak jujur dengan cerita masing-masing, termasuk aku juga! Aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan kalo ada yang nanyain apakah Loretta minum ASI? Aku penakut ya? ember!

waktu Loretta lahir, beratnya cuma 2,3 kg. Dia bahkan harus masuk inkubator selama 8 jam biar tetap hangat. Masalah berikutnya adalah dia gak bisa menyusu karna aku punya masalah inverted nipple (search deh di google) yang aku pikir itu bakalan otomatis keluar kalo udah melahirkan dan ternyata TIDAK! Suster laktasi bahkan ke kamarku tiap 2 jam sekali untuk ngajarin aku menyusui tapi Loretta terlalu kecil dan sedotannya terlalu lemah jadi dia keburu stress, bahkan sesudah nemu pun dia gak kuat ngisepnya. Akhirnya aku harus memompa air susu yang kemudian dikasi dengan sendok kecil, karna dengan dot pun dia tersedak.

Dirumah, semua orang mendukungku buat ASI. setiap pagi siang malam aku n Loretta latihan menyusui. Sedih sekali. Kadang Loretta udah nangis karna lapar n gak berhasil menyusui (tangisannya itu lemah banget, bikin kesian) akupun ikut nangis, lalu ibuku juga nangis n suamiku ikutan sedih. Aku jadi Stress!

Aku cuma bisa menyusui Loretta dengan ASI perah kira2 4 minggu. itupun ASInya makin hari makin berkurang, itu karena enggak diisep ama bayinya. Akhirnya minggu ke4 ASIku uda gak keluar lagi. Sejak minggu ketiga Loretta udah minum ASI + susu formula. Bulan pertama kenaikan berat badannya cuma 400gram which is not good mengingat dia lahir dengan berat badan dibawah normal.

Ake stress, depresi, baby blue dan sebagainya. Aku nangis hampir tiap hari. teman-teman yang berkunjung bukannya bikin hepi tapi malah bikin sedih. Semuanya secara gak langsung bilang bahwa aku kurang berusaha. Setiap kubaca manfaat menyusui dibuku kontrol dokter, aku sedih karna disitu ditulis menyusui menguatkan hubungan batin ibu dan anak. Apa ikatan batinku nanti dengan Loretta gak akan kuat?

Baru nulis segini rasanya air mataku udah mo keluar lagi deh! Ingat-ingat masa itu. Hiks! Bahkan ada beberapa temenku yang juga ngasi susu formula buat bayinya, tapi kalo aku cerita sepertinya mereka gak ada yg sedih kaya aku. Mereka sepertinya tetep ceria, apa aku aja yang terlalu sensi ya.

Perjuanganku untuk punya anak bukannya mudah. 3 tahun menikah aku baru punya anak dan selama 3 tahun itu aku biarkan diriku dibully orang-orang yang nanyain kapan aku punya anak, kok gak punya-punya anak? dsb. Bahkan waktu aku pindah rumah,seorang tetangga yang lewat nanya apa aku udah punya anak? waktu kujawab belum dia tiba-tiba bilang bahwa ada yang salah dengan hidupku. Waktu itu aku lagi nyapu n pengen banget dia kupentung pake sapu. gggrrhh!

Dihotel tempatku kerja pun lebih parah lagi, bahkan ada manager yang mempermalukan aku dikantin dengan nanya emangnya aku dirumah ngapain aja kok anaknya gak jadi jadi, atau bahkan menawarkan diri kalo gak bisa punya anak "main" sama dia aja pasti jadi. PLAK! I wish I have the guts to slap him in the face.

Pas aku udah punya anak, lalu aku gak bisa menyusui, bullying pun berlanjut kali ini datangnya dari para ibu-ibu. I feel like I am a bad mother. Waktu aku pulang kampung n Loretta agak demam, aku bawa ke dokter disana. Dokternya tanpa ba bi bu, sebelum aku menjelaskan Loretta sakit apa, langsung bilang bahwa Loretta sakit karna ini (sambil menunjuk botol susu formula yang kubawa). Dokternya juga bilang bahwa nanti dia akan sakit asma, sakit kulit, korengan dsb karna minum susu formula. Dia juga nanya memangnya aku melahirkan dirumah sakit mana kok gak diajarin menyusui. Aku sampe terheran heran ama dokter itu, aku berusaha menjelaskan sedikit tapi dia gak menerima alasan apapun. Katanya gak ada ibu di dunia ini yang gak bisa menyusui. Aku langsung down. Mungkin aku memang bukan ibu yang baik.

Saking betenya sama dokter itu, aku langsung terbang pulang ke Bali dan langsung ke dokternya Loretta n nanyain apa benar semua yang dibilang dokter dikampungku itu? Dan dokterku bilang bahwa gak ada dokter yang bisa memastikan apapun tanpa diperiksa dan didiagnosa secara benar. So far Loretta baik-baik saja dan gak ada masalah.

Sebenernya aku agak ketakutan sih dibilang begitu ama dokter dikampungku. Aku jadi kepikiran setiap kali Loretta pilek sedikit aku ngerasa bersalah, jangan-jangan itu karena daya tahan tubuhnya lemah karna aku gak ngasi ASI. walopun aku tau bahwa kekhawatiran berlebihan itu gak baik, aku gak bisa ilangin itu dari pikiranku.

Habis baca blognya Mbak Josephine seenggaknya aku ngerasa akhirnya ada yang JUJUR, akhirnya ada yang berani cerita, akhirnya aku gak sendirian. Memangnya kenapa? ya gak kenapa-kenapa sih. Aku mungkin masih akan mengalihkan pembicaraan kalo ada yang membicarakan topik sensi seputar menyusui dan ibu yang baik adalah yang menyusui, aku mungkin masih akan tetep diem kalo diceramahin betapa buruknya aku karna gak menyusui dsb.. tapi dalam hatiku sudah gak lagi serapuh dulu.

Terserah deh mau ngomong apa. Mau menjudge aku adalah ibu yang gak baik juga silahkan. It's your own opinion. Mulai sekarang aku fokus ke Loretta aja.  Masa depan kami masih panjang *sambil menerawang ke kejauhan* dan aku tetep ngerasa ikatan batinku kuat sama Loretta sekarang.

I AM A GOOD MOTHER (for Loretta)

Semangat!

Read More

About Me

My photo

I am trapped between raising a busy toddler and sewing. I love ice cream and can't live without my gadgets. I write to relieve my stress and I blog things that are useful or useless. both of them are important to me. They are the pretty little things in my life.

Follow by Email

Designed By Seo Blogger Templates