Pretty Little Things

31 Jan 2011

Untuk orang sesat yang baik hati

Dear @shitlicious,


Menulis surat ini bukan berarti ini surat cinta yang boleh bikin kamu ge-er. I am just a big fan of yours *ok sekarang silahkan ge-er*.

Aku lupa bagaimana caranya bisa jadi followermu, apakah aku baca blogmu dulu atau aku follow kamu dulu di twitter. Either way twit-twitmu n blogmu selalu sukses bikin aku ngikik sendirian di saat-saat galau tengah malam.

Anyway sebelum kamu menjadi semakin melambung tinggi ke awan, aku harus ngasi peringatan bahwa isi surat ini akan penuh dengan pujian. Yes! Pujian. Gak pa-pa dong kalo hari ini aku mo muji2 kamu. Hari ini tema #30harimenulissuratcinta adalah selebritwit *bagiku kamu adalah termasuk selebriti di twitter* dan juga  hari pertama aku ikutan #Misi21 yang mengharuskan aku melakukan hal-hal baru yang berguna untuk diriku sendiri dan orang lain. Maka hari ini misi pertamaku adalah memuji-mujimu. Kenapa memujimu bisa berguna buat aku? Karena setelah kupikir-pikir aku ini orangnya gengsian, jarang muji orang *maunya dipuji melulu* jadi aku harus belajar untuk enggak pelit-pelit mengeluarkan pujian.

Pertama kali aku follow kamu di twitter gara-gara aku lagi boring banget waktu hamil kemaren, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa keluar malahnya harus keluar dari kerjaanku demi menjaga jabang bayi yang rapuh ini. Aku yang tadinya gak bisa diem, workaholic n sosialista tiba-tiba harus dirumahkan ditambah dengan hormon yang bergejolak tak menentu akhirnya aku jadi galau. Itulah awalnya aku mulai memfollow orang2 yang lucu ditwitter, karna bisa ngebuat aku jadi ketawa n gembira. Salah satunya ya kamu. Soal-soal sesatmu bikin aku cekikikan sendiri kalo malem, sayang kamu kalo nge RT dikit banget. Jangan pelit2 nah, RT yg banyak dikit jadi aku gak cape cape ngeliatin dihashtag.

Aku juga suka sama kamu karna kamu enggak sombong, mau membantu sesama n berbagi pengalamanmu menulis, bahkan juga mendorong orang lain utuk mulai menulis. Sungguh mulia hatimu Lit. Tapi memang ya lebih baik kalo kita punya ilmu trus dibagi ke sesama, karna nantinya kita pasti akan menerima lebih banyak lagi. Bener gak sih..

Tadinya aku pikir kamu orang yang sangat lucu kaya kamu adalah orang yang selalu ceria tapi ternyata kamu menyimpan cerita sedih juga, sudah lama menjomblo dan selalu ditolak wanita *haduh maap ya jadi ngebuat kamu teringat-ingat penderitaanmu* Tapi baguslah kamu sedih, jadi kamu akan tau bagaimana cara yang tepat untuk menghibur orang dan aku yakin sebenarnya yang naksir kamu diam-diam pasti banyak. Aku enggak termasuk ya.. aku termasuk orang yang mengagumi kelucuan dan kebaikan hatimu saja.

Baiklah sekian suratku yang sekarang, maapkan omelan2ku yang kemaren ya.. maklumlah ibu2 labil, cepet marah tapi cepet baikan ;-)
Semoga kamu menjomblo terus jadi akan selalu ada untuk menghibur kami ditwitter *ah doa yang tidak benar* *ralat*
Semoga kamu terus berkarya n menghibur kami selalu dengan buku-buku n kelucuan sesatmu di twitter, juga semoga semua mimpi-mimpimu segera jadi kenyataan.

Penggemar Beratmu *sumpah aku gemeteran nulis yang ini, mengakui diriku buat jadi penggemarmu adalah ego yang berhasil aku runtuhkan sekarang huaaa..* *nangis di pojokan*

Utary
Ps: Demi Chiripa dan Pulgoso aku gak akan pernah mengijinkanmu merayu Loretta. *asah golok*
Read More

27 Jan 2011

Meja Yang Kurindukan


Dear Meja,
Aku masih ingat sekali bagaimana bentukmu, warnamu, susunan rak dan lacimu. Aku sangat merindukanmu. Bukan aku merindukan pekerjaan yang bisa kulakukan diatasmu tapi aku merindukanmu. Merindukanmu dan pemandangan didepanmu.
Disitu aku terbiasa melamun ketika siang yang terik dan belum waktunya makan siang. Juga menikmati matahari pagi sambil memandang bunga lotus dan ikan mas dikolam. Disitu juga aku seringkali tenggelam dengan banyaknya pekerjaan, mengeluh ketika banyak masalah dan
Setiap pagi aku menyapamu, membersihkan debu-debu yang melekat diatasmu dan menaruh anggrek bulan warna putih untuk mempercantik tampilanmu. Dan ketika sore menjelang, aku merapikanmu dan membiarkanmu beristirahat.
Apakah kamu merindukan aku juga Meja? Tenang saja, ketika cutiku habis aku akan kembali lagi padamu dan kita akan merangkai hari bersama-sama lagi.
xoxo,
Utary

Read More

Satria Bergitar

Dear Satria Bergitarku,
Dulu memandangmu saja hatiku jadi bergetar. Caramu memeluk gitar itu dan jemarimu yang memetik senarnya sungguh membius perasaanku. Tatapanmu yang fokus kepada gitarmu dan alunan musik yang tercipta dari petikan senarnya, kurasa tak akan mampu membuatku berpaling pada hal yang lain.
Mengapa wajahmu sendu ketika menyanyikan lagu itu? Apakah lagu itu adalah kisah hidupmu? Kisah tentang seseorang yang menyakitimu.  Aku ingin sekali menjadi penghiburmu. Menghapus lukamu agar lagu yang kau mainkan tak lagi syahdu.
Aku hanya bisa memandang dan mengagumimu saja, bagimu aku seperti tak terlihat. Bagimu aku seperti debu digitarmu yang kau bersihkan setiap hari. Kau dan kesendirianmu. Gitar itulah kekasihmu. Kau menangis bersamanya.
Suatu hari kau akhirnya melihatku, mengajakku berbicara dan mulai mengenalku. Aku adalah tempat curhatmu. Curhat tentang kepedihan dihatimu. Terkadang kau menyanyikan lagu sendu itu dihadapanku. HIngga akhirnya kau menggantungkan hidupmu padaku.
Apa kabarmu sekarang satria bergitarku? Berbulan bulan aku tidak melihatmu sejak seisi rumahmu menangis melihatmu dipelukanku dengan seutas tali terjerat dilehermu.

Dari yang sangat merindukanmu,

Pohon didepan rumahmu

Read More

25 Jan 2011

Surat Kangen Untuk Ai

Dear Ai,

Aku deg-deg an nulis surat ini ke kamu, soalnya aku takut nanti kamunya marah ato pacarmu marah trus akhirnya ditauin ama media n kamu jadi digosipin ada apa-apa ama aku *sok artis banget sih aku ya..*

Begini Ai,
Aku tu dulu adalah penggemar beratmu. Oh oh bukan cuma aku aja, hampir semua cewe di kos-kosan lebih tepatnya. Kami kadang-kadang bertengkar sesama cewe tentang siapa yang lebih berat ngefansnya ama kamu. Setiap Selasa malam aku pasti mantengin mukamu ditipi nonton Malin Kundang. Aku gak peduli sama sekali ama ceritanya. Aku juga gak peduli kalo kamulah tokoh jahatnya. Yang penting kalo lagi dizoom, mataku langsung melotot n mulutku ileran *oke ini sudah berlebihan sekali* Untuk pertama kalinya aku seneng ada fitur zoom in disinetron Indonesia.

Kadang-kadang aku juga nonton bareng ama temen2 yang lain n setelahnya kita bakal sibuk ngebahas matamu, bibirmu, jerawatmu, jenggotmu, kumismu *eh mana ada kumis ama jenggotnya* pokoknya semua yang bisa dibahas kami bahas. Dan kami kemudian akan menutupnya dengan doa dan harapan suatu hari nanti kamu main ke Bali, trus tabrakan ama salah satu dari kita, trus kamu merasa bersalah lalu menggendong salah satu dari kita ke rumah sakit, trus hilang ingatan dan akhirnya jadian. Romantis sekali kan harapan kami.

Pernah juga aku menolak diajak jalan ama pacarku karena mau nonton Malin Kundang. Akhirnya pacarku nemenin aku nonton n sepanjang cerita dia sibuk ngomentarin Desy Ratnasari. Desy ratnasari cantiknya natural lah, aktingnya bagus lah, bodynya oke lah dan sebagainya. Aku sampe cemburu sama Dessy Ratnasari n jadi lupa mo mantengin kamu ditipi, akibatnya aku jadi marah sama pacarku n besoknya aku ketinggalan gaul ama temen-temenku buat ngebahas kamu dikampus.

Untunglah aku sekarang sudah menikah, kamu jgn patah hati ya Ai. Kan kamu dah punya Marsha Timothy. Aku doain kalian berdua bahagia kaya aku. Salah satu temanku masih ada yang berharap kamu akan nabrak dia suatu hari nanti n ngegendong dia ke rumah sakit. Aku juga berdoa semoga harapannya terkabul  tapi kamu harus rajin olahraga Ai, soalnya temenku itu agak berisi jadi mungkin nanti kamu agak kesusahan ngegendong dia.

Sekian surat kangenku ya, keep in touch Ai!

Fans Beratmu (Dulu)


Ps: Pak pos tolong dikirim ke @aialbar, tapi jangan dicc ke wartawan infotainment ya
Read More

23 Jan 2011

Kenangan Kita Dulu

Dear Mbak Piet,

Mengingat Mbak Piet aja aku langsung teringat masa-masa indah kita di SMA, Entah kenapa Mbak Piet adalah satu-satunya kakak kelas (yang cewe) yang kuingat. Apakah karena Mbak Piet berhasil mencomblangi aku dengan Kokon atau karena Mbak Piet adalah senior paling berbakat yang sangat kami kagumi di kelas Teater. Entahlah. Tapi yang jelas selain mengagumimu, aku juga menyukaimu sebagai individu yang baik hati, suka membantu, ramah dan berkharisma.

Ngomong-ngomong tentang Kokon, aku sempat dua kali lho jadian dengan dia n terakhir kali setelah dicampakkan (lagi) olehnya aku baru sadar kalo dia orang yang aneh. Tapi tentu saja aku lebih aneh dan bodoh karena suka sama dia dan rela dicampakkan dua kali. Ah, suka duka masa SMA. Tapi kami sekarang sudah baikan lho lewat Facebook.

Satu lagi yang paling kuingat tentang kebaikanmu adalah ketika Mbak Piet mengirimiku kado ulang tahun berupa satu set stationery morning glory berwarna ungu. Stationery itu jadi kesayanganku. Aku bahkan gak rela meminjamkannya ke Petty, teman sebangkuku karena dia terkenal ceroboh. Dia pernah meneteskan tipe-ex ke penggaris ungu kesayanganku, salah satu dari stationery yang Mbak Piet kasi. Aku marah berat dan besoknya dia malah ngejailin aku dengannyembunyiin penggaris itu. Dasar Petty!

Aku juga ingat hari hari kita teater keliling ke Denpasar dan Negara. Mbak Piet keliatan sangat cantik dan sangat keibuan menjaga kami semua yang sedang labil. Terutama aku yang sangat ketakutan karena Mas Bagyo menyangka aku adalah pohon. OMG! Aku juga ingat bagaimana aku sama Irma Badak ngintipin Mbak Piet lagi ngobrol-ngobrol sama.. mm.. siapa ya namanya, lupa. Kami semua tau dia mengagumi mbak Piet dan itu kami jadiin bahan gosipan dikamar. Ampun Mbak!

Aku senang sekali waktu ketemu mbak Piet di Facebook dan ternyata Mbak Piet sudah berkeluarga dengan Kak Dony. Siapa sangka Kak Dony yang dulu paling aku takuti malah ngedapetin Mbak Piet, My angel yang baik hati. Beruntung sekali dia. Pasti dia sangat mencintai Mbak Piet. Semoga kali berdua live happily ever after. Eh enggak berdua dong, sekalian ama anak-anaknya live happily ever after juga.

Baiklah Mbak Piet, sekian dulu suratku.
Empat kali empat sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat harap dibalas
(pantun jadul banget)

Xoxo,

Utary


Read More

22 Jan 2011

Penuh Cinta Untuk Bali


Dear Bali,

Aku sungguh beruntung bisa tinggal disini dan menikmati keindahan dan keunikanmu setiap hari. Dari sejak matahari terbit disela-sela padi yang sedang menguning hingga terbenam diujung samudera. Menikmati embun pagi di Ubud hingga keriuhan malam hari di Kuta. Denganmu aku sungguh tak pernah bosan.

Disini juga terukir banyak bermacam kenangan. Kenangan penuh cinta dengan kekasihku hingga kenangan buruk ketika bom meledak menghancurkan jantung kotamu. Semuanya masih teringat jelas ketika malam itu aku dan teman-temanku hendak bersenang-senang, namun engkau masih melindungi kami dengan segala kemistisanmu menciptakan serangkaian musibah kecil sehingga kami tidak jadi pergi. Lututku lemas ketika malam itu salah satu teman yang terjebak disana menelpon dan memberitahukan musibah besar itu. Kesedihan itu masih terasa hingga berbulan-bulan kemudian, mungkin bertahun-tahun atau selamanya bagi yang terkena musibah itu.

Aku menyukai bau harum dupa dan bunga segar dipagi hari ketika hari raya Galungan tiba serta menikmati keindahan penjor-penjor yang berjajar sepanjang jalan disetiap sudut kotamu hingga kepelosok. Aku juga tersenyum ketika Demam Piala Dunia mendera dan setiap rumah memasang bendera Negara yang mereka dukung. Aku menikmati kebingunganku mencari jalan pulang sehari sebelum hari raya Nyepi karena semua jalan ditutup untuk pawai Ogoh-Ogoh.

Terberkatilah aku yang bisa menikmati sunset indah dari pantai seminyak hampir setiap sore, juga suara burung-burung berkicau didahan pohon didepan rumahku dan suara kodok yang bersahut-sahutan saat musim hujan datang. Aku menikmati setiap detik adrenalin arung jeram disungai Telaga Waja, keindahan bawah laut dipantai nusa penida dan bersepeda dijalan-jalan desa di Ubud. Aku menyukai makanan tradisionalmu yang pedas dan tentu saja ada begitu banyak pilihan tempat makan-makan dengan berbagai masakan dari seluruh dunia.

Walaupun semakin hari kotamu kini semakin ramai, semakin bising dengan suara motor dan mobil, semakin macet dan mulai banjir diwaktu hujan turun, Tapi aku semakin menyukaimu. Menurutku tempatmu kini semakin semarak, semakin beragam dan semakin tidak membosankan. Aku harap meskipun orang-orangmu semakin modern kini tapi kebudayaan dan tradisimu akan tetap dipertahankan. Karena keunikan itulah yang membuatmu berbeda.

Malam ini, aku disini dan membayangkan esok pagi akan melihat matahari muncul dari sela-sela padi yang menguning, burung berkicau dari dahan pohon dan aku akan berangkat pergi bekerja melewati jalan yang macet, bertemu dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, menikmati sunset dipantai lalu pulang dan membeli ayam betutu diwarung langgananku. Life is so beautiful here.

Penuh cinta untuk Bali,

Utary
Read More

Surat Cinta Untuk Andika Kangen Band

@Andikakangen

Dear Mas Dika,

Boleh kan saya panggilnya Mas Dika?
Mohon maaf sebelumnya perlu saya jelaskan disini, surat cinta ini saya buat bukan karena ngefans berat sama Mas Dika tapi karena saya prihatin melihat, mendengar dan membaca Mas Dika selalu diolok-olok dimana-mana.

Saya paling gak suka liat orang dihina karena fisiknya. Sudah sering banget saya denger Mas Dika dibilangin kampungan lah, norak lah bahkan ditwitter selalu jadi bahan olok-olokan karena wajah Mas Dika enggak tampan seperti Indra Brugman atau para personil SM*SH. Tenang saja Mas Dika, walaupun para personil SM*SH pada tampan saya tetap enggak ngefans juga dengan mereka, walaupun selalu penasaran liat mereka tampil. Loh kok jadi ngebahas SM*SH sih.

Oya Mas Dika, saya punya teman juga dulu, teman satu geng yang enggak cantik dan bodynya juga enggak aduhai. Saya heran dengan teman satu geng saya yang lain yang suka banget menghina dia secara fisik, walaupun hinaan itu enggak berani mereka bilang didepan orangnya tapi saya jadi jengah ngedengernya. Kan orang gak bisa memilih waktu lahir mau dikasi wajah tampan atau cantik. Tuhan sudah menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing kan. Buktinya Mas Dika jago nyanyi, sukses ama Kangen Band dan punya istri cantik pula. Nah, balik lagi ke temen saya itu, saya lalu bilang sama temen-temen lain yang suka menghina supaya enggak lagi berbuat begitu karena bagaimanapun kita satu geng, masa saling menghina. Eh malah saya yang dimarahin lho Mas, dibilangin sok ngebelain, sok alim dan sebagainya. Akhirnya saya dikeluarkan dari geng dan teman saya yang saya belain itu enggak dikeluarin. Saya sendirian, gak punya geng dan gak gaul lagi. Sedih banget.

Nah saya tau juga konsekuensi nulis surat ini, pasti nanti saya dibilangin sok ngebelain Mas Dika, sok Alim dan sebagainya, tapi gak pa pa. Yang penting saya sudah menyuarakan apa yang menurut saya enggak benar. Saya gak suka Mas Dika dibilangin jelek atau dijadikan bahan olok-olokan. Tapi tenang aja Mas, orang yang bilang kaya begitu belum tentu dia lebih hebat dari Mas Dika.

Jadi saya harap Mas Dika tetep kaya sekarang, rendah hati dan enggak emosi kalo ada yang ngata-ngatain. Jangan sampe mukul orang lagi ya Mas..
Sekian ya suratnya. Sukses terus ya, buktiin ke orang-orang itu kalo kekurangan fisik tidak menghalangi orang untuk berkarya.

Salam,

Utary

Read More

Membaca Buku Harianmu

Adikku sayang,

Maafkan aku membaca buku harianmu yang tergeletak dimeja. Aku tau perbuatanku tidak pantas, namun aku menangis membaca isinya.

Aku sungguh tidak menyadari betapa berat bebanmu sebagai adik, kamu hidup dalam bayang-bayangku yang telah menciptakan standar baru untuk semua hal yang kamu lakukan. Aku jadi tau bahwa ibu jadi sering membanding-bandingkanmu dengan aku, bahkan teman-temanmu juga. Tentu saja kita berbeda dalam banyak hal dan kamu hanya ingin mendapat kebebasan melakukan apapun dengan caramu tanpa harus mengikuti caraku.

Aku tidak sadar bahwa usahaku untuk jadi anak yang baik yang membahagiakan dan membanggakan bagi orang tua telah membuatmu terpuruk karena merasa tidak bisa melakukannya sebaik aku. Aku juga tidak sadar bahwa sifatmu yang tomboy dan cuek kamu lakukan hanya agar kamu semakin terlihat berbeda dariku, sebagai tanda pemberontakanmu pada orang tua kita yang selalu membandingkanmu dengan aku.

Membaca buku harianmu sungguh membuatku merasa berdosa, berdosa karena melanggar privasimu dan berdosa karena sudah membuatmu merasa terbebani olehku. Seandainya kita punya lebih banyak waktu untuk bersama mungkin kamu akan bercerita dan aku akan lebih memahamimu.

Aku sudah bicara pada ibu dan bapak untuk lebih memahamimu dan menerimamu sebagai individu yang memiliki kepribadian sendiri. Aku katakan pada mereka agar membiarkanmu mengekspresikan dirimu dengan caramu sendiri. Tentu mereka mengerti karena bagaimanapun mereka juga menyayangimu sebesar mereka menyayangi aku.

Aku harap kamu tidak marah padaku karena sampai saat ini aku masih berpura-pura tidak pernah membaca buku harianmu. Suatu saat nanti ketika saatnya tepat aku akan berterus terang kepadamu.

Satu hal yang sangat ingin kubantah dari tulisan dibuku harianmu adalah ketika kamu menulis bahwa aku sama sekali tidak menyayangimu adalah 100% salah. Aku memang tidak memiliki banyak waktu untuk mengenalmu lebih dekat, terutama karena kita juga tinggal berjauhan tapi aku sangat menyayangimu. Aku menyayangimu sejak kamu lahir dan rasa itu tidak pernah berubah sampai sekarang.

Love you forever

Kakakmu

Read More

20 Jan 2011

Untuk Istri Mantan Pacarku

Halo Sweety,

Aku baru saja melihat fotomu di Facebook. Ah kamu sungguh aneh, foto profile mu masih berisi foto pernikahan kalian 5 tahun yang lalu. Bukankah itu sudah terlalu lama? Dan aku yakin sekarang kamu sudah tidak secantik dulu setelah memiliki 2 anak. Lagipula foto pernikahan itu kan pake make up lengkap dan angle fotonya sangat bagus sehingga kamu terlihat cantik.

Apakah aku iri padamu? Ah ya harus kuakui. Aku iri pada posisimu karena seharusnya akulah yang menjadi kamu. Akulah yang seharusnya masih memajang foto pernikahan yang sudah lama itu karena aku akan bangga menikah dengan suamimu. Ya suamimu adalah orang yang pernah kucintai, sangat kucintai sehingga ketika kami berpisah aku berpikir untuk bunuh diri saja karena sudah tak ada lagi yang kuharapkan dimasa depan. Apakah kamu tau kisah kami? Apakah suamimu pernah bercerita tentang aku?

Kami dulu saling mencintai. Kami berdua adalah pasangan yang tak terpisahkan. Dia adalah pria idamanku yang sangat kuharapkan akan menjadi suamiku. Tentu saja aku menyadari ada perbedaan besar diantara kami. Perbedaan keyakinan dan perbedaan etnis. Tapi waktu itu aku bersedia menghadapi tembok setinggi apapun dan jurang sedalam apapun demi tetap bersamanya. Bertahun tahun kami menjalani hubungan yang romantis dan semakin hari mengenalnya aku semakin jatuh cinta padanya.

Perbedaan keyakinan membuat kedua orang tua kami menentang hubungan itu dan perbedaan etnis membuat seluruh keluarga besarnya membenci aku. Aku merasa seperti tokoh utama dalam sinetron yang selalu dianiaya, tapi aku tetap tegar dan pantang menyerah. Dia pun selalu mendukung dan membelaku. Aku merasa jika bersamanya aku siap menghadapi apapun.

Sampai suatu hari, dia mengajakku bicara dan berkata bahwa demi kebahagiaan semua orang maka sebaiknya hubungan ini kita akhiri. Dia tidak ingin keluarganya tidak bahagia, keluargaku tidak bahagia dan aku juga tidak bahagia bila harus terus-terusan menghadapi masalah ini. Maka dia rela melepaskan aku untuk bahagia dengan orang lain dan dia berharap akupun rela melepaskannya demi kebahagiaan semua orang.

Hatiku hancur. Aku seperti guci keramik yang jatuh dari ketinggian, hancur berkeping-keping. Bagaimana mungkin dia menyerah begitu saja dan bagaimana mungkin dia berpikir bahwa aku bahagia bila tidak bersamanya. Aku putus asa. Aku tidak punya harapan lagi. Aku berubah dari orang yang kuat dan gembira menjadi orang yang sangat menyedihkan.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah, kami berdua ternyata belum bisa saling melepaskan satu sama lain. Setahun setelah perpisahan itu kami masih tetap bersama, hubungan tanpa status. Kami seperti orang pacaran tapi kami sudah putus dan hal itu membuatku bimbang dan galau.

Hingga akhirnya dia berkata bahwa dia harus menjauhiku kalau tidak dia tidak akan pernah bisa melepasku. Dia pindah kota. Aku sendirian dan semakin hancur. Makan ketika aku sudah sampai didasar kehancuranku, aku merasa muak dan pergi dari kota ini. Kota yang meninggalkan terlalu banyak kenangan manis untuk kami.

Sekarang, 8 tahun kemudian aku menemukanmu di facebook. Aku teringat lagi dengan suamimu dan betapa indahnya cinta kami. Tapi sekarang aku menyadari bahwa keputusan yang dia ambil adalah benar. Kalian sudah menikah dan terlihat bahagia, akupun sudah menikah dan bahagia. 3 tahun dinegeri orang membuatku mulai melupakannya dan membuka hati untuk orang lain. Ketika aku kembali aku mendengar kabar bahwa dia sudah menikah denganmu. Aku hanya bertanya pada pembawa kabar apakah kalian seiman dan kamu bermata sipit? Dan jawabannya adalah “Ya”. Aku langsung mengubur semua kenangan dan cintaku untuknya

Tapi aku lega, lega melihat foto pernikahan kalian difacebook dan ternyata aku sudah merelakannya. Waktu kubilang aku sedikit iri padamu, itu karena aku menghayal bagaimana jika aku yang menjadi kamu dan menjadi istrinya. Aku lebih lega lagi karena dulu dia memilih untuk membahagiakan semua orang dan itu benar-benar terjadi. Aku dan keluargaku bahagia, aku menikah dengan orang yang mencintaiku dan juga kucintai, Keluarga kalian bahagia dan aku yakin kamu pasti membahagiakan suamimu.

Baiklah itu saja yang ingin kukatakan padamu. Kalau kamu sempat membaca surat ini, sampaikan salamku untuk suamimu dan katakan padanya aku sudah melepaskannya.

Salam,

-Mantan pacar suamimu
Read More

19 Jan 2011

Untuk Om Em yang Baik Hati

Halo Om,

Apa kabar hari ini? Lagi sibuk yah membaca surat cinta yang dikirimin sama peserta #30harimenulisuratcinta.
Aku hari ini bingung om mau nulis surat cinta buat siapa, baru juga hari keenam udah bingung. Padahal kan masih ada 24 hari lagi yang berarti 24 pucuk surat cinta lagi.

Akhirnya tadi pas online aku liat Om Em menuliskan harapan dibawah ini:


Karena salah satu resolusi tahun baruku adalah berbuat at least satu kebaikan setiap hari dan hari ini aku belum berbuat satu kebaikanpun, maka aku berniat untuk mewujudkan cita-cita dan impian om demi mendapatkan sepucuk surat cinta.

Apakah surat ini surat cinta? Tentu saja, gak perlu diragukan lagi. Surat ini adalah tanda cintaku kepada Om yang sudah baik hati memposting suratku yang kemaren penuh dengan foto-foto. Aku bisa membayangkan Om yang sibuk dengan kerjaan, sibuk menyortir surat, meretweet surat dan memposting banyak surat diblog 30 Hari Menulis Surat Cinta dan aku dengan egoisnya ngebuat surat yang berisi banyak foto, nambah-nambahin kerjaan Om aja. Sampe aku merasa bersalah n bilang "udahlah Om, punyaku dilewatin aja" Tapi Om tetep mengorbankan diri dan waktu untuk mempostingnya. Aku sungguh terharu.

Oya aku juga sempet baca blognya Om dan ternyata Om adalah orang yang romantis, puisi-puisi dan surat cinta yang Om buat bener-bener menyentuh hati. Aku baca satu-satu dan ikut terhanyut. Iri rasanya sama kemampuan menulis yang Om punya. Tapi iri itu kan gak baik ya, jadi lebih baik aku belajar lebih banyak aja. Om mau kan ngajarin?

Om dulu pernah ikut teater ya? sama dong Om, aku juga.. sayang aku selalu jadi figuran kalo ada pertunjukan dan puisi-puisiku gak pernah masuk kumpulan puisi. Mungkin gak punya bakat kali ya.. tapi yang penting aku udah menemukan satu kesamaan kita.

Segitu dulu ya Om suratku kali ini. Semoga Pak Pos nyampein surat ini ke Om, eh Pak Posnya kan Om sendiri ya, berarti pasti nyampe dong. Semoga Om Em senang dan menyebarkan makin banyak cinta ke dunia..

Salam Perangkooo :-)

Ps: Guess How Much I Love You..
Read More

18 Jan 2011

Kita Ke Pantai Lagi

Dear Ebony,

Maaf ya akhir-akhir ini aku cuekin kamu. Bukan karna gak sayang kamu lagi, bukan. Aku cuma sibuk dengan bayiku yang butuh perhatian ekstra sehingga aku gak sempat main sama kamu lagi.

Jangan tunjukin muka sedih gini dong
Aku jadi merasa bersalah. Nanti kalau bayinya dah gedean dikit, kita main lagi kaya dulu. Main lempar bola, jalan - jalan ke pantai canggu. Kamu masih ingat kan betapa senangnya kamu kalo main kepantai.

Kamu main ombak, lari-lari dan menggoda anjing2 lain disana. Ah aku jadi makin merasa bersalah.
Apalagi kemarin aku nonton lagi film Marley and Me dan sukses menangis lagi diakhir ceritanya. Dan satu film lagi yang juga selalu berhasil membuat aku menangis adalah Hachiko, walaupun sudah kutonton berkali-kali. Aku jadi semakin menyayangimu walaupun kamu senakal Marley dan (mungkin) enggak sesetia Hachiko.

Aku janji, setiap ada waktu luang, aku akan tetap menggaruk-garuk lehermu. Kamu suka kan kalau lehermu kugaruk-garuk dan bila waktunya tiba nanti, kita akan main-main lagi kepantai

I love you Ebony, xoxo


Read More

17 Jan 2011

Petronas, I'm In Love

Pukul 20:20 kereta LRT di KL sentral berhenti, kamu menggenggarm tanganku dan menarikku masuk ke monorail yang penuh sesak. Aku tidak suka dengan kereta kecil yang penuh sesak, tidak ada tempat duduk dan harus berdesakan diantara orang-orang dengan bau parfum yang menyengat.

Kamu masih menggenggam tanganku dan tidak bicara sedikitpun. Aku mengumpat dalam hati, menyesal mengikuti ajakanmu untuk keluar. Kereta bergerak cepat menuju KLCC. Aku lega ketika kereta sudah sampai. Bau harum chocolate cookies tercium dari stand makanan didalam Mall. Aku suka wangi cookies, miembuat moodku sedikit bahagia.

Aku merajuk, kukatakan padamu aku sedang tidak mood ke Mall, tapi kamu tidak peduli, kamu terus menarik tanganku menuju pintu samping kearah taman yang sedang mempertontonkan keindahan air mancur. Aku berhenti sejenak menikmati pertunjukan air mancur yang menari mengikuti irama musik. Hatiku kembali senang.

Kamu menarik tanganku lagi, tanpa ekspresi. Aku mulai marah. Apa sih maumu? Aku ini kekasihmu dan kenapa kamu menarik-narik tanganku, mengajakku mengikutimu tapi kamu bahkan tidak bicara sedikitpun padaku. Aku tidak suka keadaan seperti ini, maka aku menepiskan tanganmu berbalik arah menuju stasiun LRT. Aku mau pulang.

Kamu tidak mengejarku, kamu hanya diam dan melihatku pergi. Aku membencimu. Entah sudah berapa kali kita bertengkar sejak pertengkaran hebat semalam yang membuatku menangis sampai tertidur. Entah kenapa juga aku menurut saja ketika kamu menjemputku sepulang dari kerja dan menarik-narikku seperti ini.

Aku duduk di stasiun, kereta belum datang, airmataku sudah hampir menetes. Kulihat kereta datang mendekat, tapi aku tidak hendak naik. Aku masih berharap kamu akan datang mencariku. Sampai kereta itu pergi, aku tetap tidak melihatmu. 

Baiklah, ini memang kenyataan bukan kejadian seperti dalam film-film romantis dimana sang kekasih akan muncul didetik-detik terakhir sebelum kereta berangkat. Aku sangat kecewa.

Ketika kereta berikutnya datang, aku segera bangkit, aku hanya hendak pulang dan membenamkan mukaku dibantal sambil menangis, mungkin kali ini aku akan mengsmsmu dan minta putus. Sudah cukup kamu membuat aku menangis.

Aku baru saja bangun dari tempat dudukku ketika kurasa tanganku ditarik. Kamu lagi. Entah aku harus senang atau marah. Kamu tidak bicara dan menarik tanganku. Aku menepisnya. Aku hanya memandangmu dan kamupun hanya memandangku. Sekuat tenaga kutahan agar aku tidak menangis. Akhirnya kamu bicara dan memintaku untuk ikut denganmu kali ini saja karena ada yang ingin kau tunjukkan padaku. Aku berkata aku akan ikut bila kamu memberitahu kemana kita akan pergi.

Kamu diam saja, mengambil tanganku perlahan dan menggandengku keluar stasiun. Bagai kerbau dicocok hidungnya aku mengikutimu. Cinta memang absurd, baru saja aku hendak minta putus darimu dan kini aku mau saja mengikutimu. Antara senang dan masih kesal. Senang karena kamu memang benar-benar muncul di detik terakhir, menurutku itu sangat romantis. Kesal karena aku masih dendam dengan kejadian semalam dan kamu masih saja diam.

Kita berjalan keluar dari stasiun, masuk ke KLCC Mall, keluar dari pintu samping, melewati air mancur, taman-taman dan toko-toko kue. Sudah cukup jauh kita berjalan ditaman sekitar Menara Petronas, sampai akhirnya kita sampai ditaman bermain anak-anak.

Kamu mengajakku duduk dibangku taman itu dan berkata, dari sini menara petronas terlihat sangat jelas dan indah. Aku melihat kearah yang kamu tunjuk dan benar saja, menara petronas itu terlihat seluruhnya, lampu yang menerangi menara kembar tertinggi didunia itu membuatnya terlihat indah. Aku sudah sering melihat menara petronas dan sudah bosan, tapi malam ini suasananya berbeda.

Kamu mengeluarkan 2 cookies chocolate dan memberiku satu, lalu kamu bilang : Utary, I'm in love with you.
Read More

My Dear Dunkin

Aku masih ingat menatap wajah imutmu dari dalam kelas. Kamu orang yang sepertinya sangat serius. Tak pernah aku melihatmu tersenyum, walaupun aku sering melempar senyum untukmu.

Kawan kawanmu bilang kamu naksir aku, tapi aku merasa akulah yang naksir kamu. Kamu sama sekali tidak bereaksi bila bertemu aku dan juga tidak bereaksi pada senyumku.

Lelah aku menunggumu didepan pintu kelas setiap hari hanya untuk melihatmu melewatiku tanpa menoleh sedikitpun. Tapi salam darimu selalu sampai padaku setiap hari.

Jadi jangan salahkan aku bila siang itu dibawah pohon didepan perpustakaan aku menolakmu. Itu adalah kali pertama dan terakhir kamu bicara padaku
Read More

Surat Cinta untuk Uang

Dear Uang,

Sumpah aku benci banget sama kamu. Aku benci karena harus tergantung sama kamu, aku benci karena tanpamu bagaimana aku harus hidup?

Aku sungguh gak ngerti kenapa kamu selalu bisa bikin aku bahagia, sedih, marah dan sebagainya dalam satu waktu saja.

Banyak orang yang bilang bahwa kamu gak bisa membuat bahagia, tapi selama ada kamu rasanya aku kok bahagia ya..

Aku sih gak mau berlebihan menyukaimu, tapi aku tau kalo aku gak memilikimu aku bisa uring2an dan bingung. Memilikimu didalam dompetku membuat hatiku lebih tenang.

So please uang, dont leave me alone. I need you and I love you
Read More

Love you till water runs dry

Dear My Love,

Jangan pernah bilang lagi bahwa kamu akan mencintaiku sampai air dibumi ini habis. Itu terlalu menakutkan. Kalau air dibumi ini habis, kita dan seluruh umat manusia dibumi ini gak akan bisa hidup lagi.

Tapi alasan utama kenapa aku benci sekali mendengar kata-kata itu, pertama karena aku tau itu bukan dari lubuk hatimu. Entah darimana kamu nyontek, menurut feelingku sih kemungkinan dari mantan pacarmu. Oh no I hate that!

Alasan kedua, karna kamu pernah ngucapin hal yang sama ke orang lain melalui email and I hate that even more.

Jadi tentu saja aku gak percaya lagi dengan kata kata gombal itu. Jadi mulai hari ini sayangku dont love me till water runs dry. Love me because I love you the same way you do.
Read More

7 Jan 2011

My Little Baby Loretta

Sejak resmi menjadi ibu-ibu, maka dimulailah hari hari begadang...oh nooo...
Ternyata berat juga ya begadang jagain bayi. Tiap 5 menit nangis, basahlah popoknya, mo mimik susulah, pup, kaget ato bangun gak jelas maunya apa. Ditambah lagi awal awal habis melahirkan aku diserang baby blue. Bawaannya mellow n sensitif banget. Kadang pengen nangis karna hal2 kecil kaya capek, suami telat pulang kerja, laper tapi gak bisa makan karna bayinya nangis terus dan sebagainya..

Untunglah ada ibuku yang setia ngebantu n ngajarin aku ngerawat bayi. Kadang sambil bayinya nyusu aku update status difacebook atau nelpon2 temen biar terhibur. Ada temenku yang juga baru melahirkan n kita sharing2 cerita. Rupanya cerita dia lebih tragis dibanding aku. Suaminya pergi kekapal pesiar n dia melahirkan tanpa ditemani suami. Dia tinggal ama mertua yang kadang suka nanya hal hal gak penting kaya: kok bayinya nangis? ya iyalah namanya juga bayi kan bisanya cuma nangis.. Pastinya kalo sama ibu kandung sendiri rasanya lebih nyaman daripada ama mertua n ternyata ibu kandungnya uda gak ada. Duuuh rasanya kalo aku yang ngalamin itu pasti aku uda termehek mehek. Tabahkan hatimu ya fren..

Tiba2 aku jadi akrab sama temen2ku yang juga baru punya anak. Mungkin karna sehati ya n bisa saling tuker2an info. Aku juga jadi rajin ikutan forum ibu2 diinternet. Banyak yang bisa dipelajarin disitu.

Btw, ini postingan kan judulnya My Litle Baby Loretta, harusnya nyeritain tentang bayiku dong, bukan tentang emaknya.. duuh aku ni egois banget, gak mo kalah ama bayiku.

Well bayiku ternyata lahir dengan berat badan kurang, cuma 2,37 kg. Jadinya waktu baru lahir dia masuk incubator hampir 8 jam. Syukurlah dia sehat-sehat aja.

Karna beratnya dibawah normal, perawatannya harus extra banget. Dia harus sering2 dipeluk, harus selalu hangat n harus nyusu sebanyak banyaknya.

Dia juga agak sering kaget kaget, jadinya mesti sering dibedong, kasian juga sih karna dia kan mau bergerak gerak gitu tapi gak bisa bebas karna dibedong.

Kenapa berat badannya pas lahir bisa kurang? entahlah. Beratku sendiri naik 15 kg selama hamil which is normal. Aku minum susu hamil 2 kali sehari, banyak makan sayur dan buah, minum vitamin dari dokter, rajin makan es krim *yg terakhir ini bukan anjuran dari dokter*. Kata dokter ada faktor genetik juga n kata ibuku dulu aku lahirnya juga pas 2,5 kg. Baiklah anyway bayinya sehat ya sudah gak pa pa. Sekarang tinggal ngerawatnya dengan bener aja supaya berat badannya cepet naik n jadi chubby seperti bayi2 yang lain.


Read More

I'm now officially a mommy

21 December 2010

Hari ini aku melahirkan bayi perempuan di rumah sakit Puri Bunda Denpasar. Rasanya gimana ya? Seneng karena bayinya udah lahir sehat dan sempurna, Takut karena belum bisa ngurus bayi n Blank karena sama sekali gak kepikiran gimana masa depannya nanti.

Aku bahkan sama sekali gak bisa mikir waktu dateng ke rumah sakit pagi2 buta. Memang sudah janjian dengan dokter Kadek Suyasa Jaya untuk operasi cesar hari ini. Kenapa aku milih operasi? Ah gak usah dibahas deh, nanti berdebat soal bagusan kalo lahir normal dan sebagainya..

Aku langsung dimasukkan keruang steril, disuruh buka baju semuanya n ganti pake piyama rumah sakit yang warnanya ijo. Satu hal yang aku suka dari rumah sakit ini adalah: sama sekali gak ada bau rumah sakitnya, jadi aku agak2 ngerasa sedikit tenang.

Mbak2 bidan yang cantik dateng n ngejelasin bahwa aku akan diinfus, suamiku lalu disuruh tanda tangan sesuatu n aku juga. Aku gak baca sama sekali apa yg kutanda tangan, whateverlah yg penting cepet selesai. Tapi sebenernya bahaya juga sih ya. Gimana kalo ternyata yang kutanda tangan adalah surat yg membolehkan mereka nyuntik mati aku, atau surat keterangan untuk menyerahkan semua hartaku kalo operasinya berhasil *ouch.. mulai menghayal yang enggak enggak*

Habis diinfus, kira2 setengah jam kemudian.. oya sebelum masuk ke ruang operasi, aku msh sempat narsis2an dulu...


Hahaha.. norak bgt sih.. *blushing*
Aku langsung dibawa masuk ke ruang operasi. Rasanya kaya disinetron2, suamiku ikut disampingku sambil megang tanganku n aku sempet bilang ke dia, kalo terjadi sesuatu sama aku jgn lupa klaim asuransi. Huss! suamiku langsung bilang gak akan terjadi apa2. Ibuku juga ikut dibelakangku n aku tau dia sangat khawatir. Keliatan dari raut mukanya yang hampir nangis. Aku sendiri agak takut juga sih, ini adalah operasi pertamaku seumur idup. Aku bahkan samasekali gak pernah diinfus. Rasanya udah campur aduk kaya rujak.

Ruang operasi itu penuh warna ijo n dokter dan perawat juga pake baju ijo, shower cap ijo (eh bener ya kalo diruang operasi itu namanya shower cap juga? mungkin operation cap kali karna kan mereka make penutup kepala itu bukan buat mo shower atau mandi.. #eh) pokoknya semua serba ijo. Aku jadi inget ama temenku si Novi yang suka banget ama apapun yang serba ijo, aku yakin dia pasti suka kalo masuk ke ruangan ini.

Aku ditempelin kabel2 yang terhubung ke mesin yang ada indikator bergerak zigzag. Aku tau kalo indikator itu garisnya lurus berarti aku meninggal, Oh God! Dokter anestesi memperkenalkan diri n ngasi tau kalo punggungku bakalan disuntik n dari pinggang kebawah akan terasa berat. Aku nanya disuntiknya berapa kali dok? n dia jawab cuma sekali aja. Aku lega. Soalnya ada temenku yang nakut2in katanya disuntiknya ampe 6 kali. Buseett.

Dokternya ngajak2 aku ngobrol n tiba tiba punggungku rasanya kaya disengat lebah. Cuma sebentar n kakiku langsung gak kerasa lagi. Dokter Suyasa Jaya, dokter bedahnya lalu datang n ngasi tau operasinya cuma sebentar aja kok, jangan khawatir katanya sambil nepok2 bahuku. Lalu perawat masukin selang ke idungku n aku mulai ngerasa ngantuk berat.

Rasanya aku baru tidur sebentar tiba2 aku denger suara bayi nangis n ada bayi ditaro didadaku n ada orang ngomong, "ibu bayinya sudah lahir, perempuan dan sehat" aku iya2 aja karna sangat ngantuk. Bayinya diambil dari dadaku n aku tertidur lagi. Pas uda nyadar, selang idungku udah dicabut n aku didorong keluar ruang operasi. Perawat ngasi tau kalo aku akan ditaro diruang pemulihan selama 30 menit.

Suamiku langsung dateng n nyium keningku. Aku nanya2 sama mereka bayinya mana? suamiku ngasi tau kalo bayinya udah dibawa ke ruang bayi n bayinya sehat2 aja. Aku langsung cerita ke dia tentang keadaan diruang operasi, sambil berusaha ngegerakin jempol kakiku yang gak kerasa apa2. Rasanya kaya gak punya kaki. Mo sharing berita bahagia ke temen2 n keluarga aku langsung kirim2 sms n update status *jiaaah mommy exist*

Baiklah sekian dulu cerita tentang kelahiran bayiku dengan operasi cesar. So buat calon ibu2 yang mo melahirkan tapi milih operasi, silahkan dilanjutkan karena sakitnya sangat sedikit sekali. #provokator #jangandiikutin #abaikan #melahirkannormallebihbaik #tanyadokter

Ps: sorenya aku sudah bisa duduk walopun masih agak pusing, besok paginya pas infusnya udah dicabut aku udah bisa jalan2 kesana kemari. Seminggu kemudian, perbannya dilepas n luka bekas operasi sudah sembuh dan kering. Canggih kan. Kata dokterku operasi jaman sekarang udah gak kaya dulu, sekarang sembuhnya cepet n bekasnya juga sedikit. Tapi tergantung dokter ama rumah sakitnya kali ya.. soalnya ada juga temenku yang koma seminggu seabis operasi cesar #nakut-nakutin
Read More

About Me

My photo

I am trapped between raising a busy toddler and sewing. I love ice cream and can't live without my gadgets. I write to relieve my stress and I blog things that are useful or useless. both of them are important to me. They are the pretty little things in my life.

Follow by Email

Designed By Seo Blogger Templates